Informasi kota Melbourne

Populasi
Jumlah penduduk Victoria pada akhir September 2007 berjumlah 5.226.400 orang. Di antaranya, 3.806.092 orang tinggal di Melbourne. 34.8 persen penduduk Melbourne lahir di luar Australia. Mereka berasal dari 233 negara. Inggris, Italia, Vietnam, RRC, New Zealand, Yunani, dan India adalah tujuh negara asal penduduk Melbourne terbanyak. Penduduk-penduduk dari negara asal yang sama pada umumnya mempunyai komunitas sendiri. Mereka menempati kota-kota (suburb) masing-masing. Misalnya orang Italia di Carlton dan Brunswick, orang India dan Sri Lanka di South-Eastern suburb seperti Hampton Park dan Narre Warren, orang Vietnam di Richmond, Springvale, dan Footscray.

Transportasi
Victoria memiliki sarana transportasi yang baik. Terdapat transportasi umum berupa kereta (train), tram, dan bus. Biaya tiket tergantung zona kota keberangkatan dan kota tujuan anda. Untuk mengetahui zona berapa yang anda tuju, dan jadwal keberangkatan, anda bisa lihat di www.metlinkmelbourne.com.au

Cuaca
Melbourne terkenal dengan “four seasons in a day”. Anda disarankan untuk selalu membawa payung dan jaket meskipun cuacanya panas, karena kalau siang panas, pada malam hari bisa sebaliknya. Pada musim dingin suhunya bisa sampai dengan 5°C, sedangkan pada musim panas bisa mencapai 43°C.

Perihal admin
Karena khawatir akan keamanan saya, orang tua saya mengirim saya ke Australia pada tahun 1998 untuk melanjutkan study. Dari Year 9 sampai Master, semuanya saya lakukan di kota Melbourne. I love Melbourne. But I love Jakarta too. Seandainya kelebihan Melbourne dan Jakarta bisa digabungkan menjadi satu kota, it'll be such a perfect place to live. Sejak high school saya sudah mempunyai interest dengan "international student". Ya, karena saya sendiri juga memang masih termasuk international student pada waktu itu. Begitu lulus s1, saya bekerja di education agent di Melbourne. And I love it. Karena gaji yang di bawah standar, akhirnya saya memutuskan untuk resign, dan akhirnya pulang ke Indonesia. Di Indonesia saya iseng-iseng melamar pekerjaan. Ternyata melamar pekerjaan di Indonesia jauh lebih mudah daripada di Australia. Saya rasa most likely karena saya overseas graduate. Saya mendapat pekerjaan sebagai tax consultant, kemudian ganti menjadi financial consultant di salah satu bank multinational di Indonesia. Kemudian saya kembali lagi ke Australia karena requirement utama agar Permanent Residency saya diperpanjang adalah stay di Australia minimum 2 tahun setelah dapat PR. Di Australia saya ambil MBA. Berkat pelajaran Entrepreneurship, saya menjadi mempunyai keinginan besar untuk mempunyai bisnis sendiri. Sewaktu MBA saya juga bekerja freelance sebagai student referrer di salah satu agen pendidikan. Dan pada waktu itu saya refer sepupunya teman saya. Teman saya complain ke saya karena sepupunya merasa bahwa agen pendidikan tersebut seperti memaksa untuk masuk ke universitas rekomendasi agen tersebut. Dari situlah saya memutuskan untuk membuka agen pendidikan saya sendiri, yang jujur dan berusaha untuk mencarikan course dan institusi pendidikan sesuai dengan kebutuhan calon student. Agen pendidikan itu saya namakan Optima Educational Services

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: